Penafsiran "WAYANG"




WAYANG
wayang

Wayang adalah salah satu hasil kebudayaan yang telah menyebar ke seluruh dunia. Wayang secara singkat diartikan sebagai bayang-bayang. Sedangkan secara luas diartikan sebagai bentuk tiruan manusia yang diwujudkan dalam bentuk gambar baik dari kulit ataupun bahan lain, untuk dipertunjukkan dalam suatu pementasan lakon ataupun cerita.
Wayang asal mulanya ada yang mengatakan berasal dari India cerita yang dibawa biasanya adalah kisah-kisah masyaraka India. Namun setelah masuk ke Indonesia, ceritanya mulai disesuaikan dengan kisah-kisah masyarakat Indonesia, yang kemudian pada zaman Islam dijadikan sebagai sarana menebar hikmah dan i’tibar keagamaan. Pementasan wayang (pawayangan) juga biasanya diiringi dengan tabuhan alat musik gamelan untuk memperindah suasananya.
Wayang dijalankan oleh seorang yang disebut sebagai dalang. Disebut dalang karena sebagai orang yang membawa sebuah kitab pedoman dan memberikan piwulang atau pelajaran kehidupan (wedha dan wulang). Sehingga, sering kita temui dalam pertunjukan atau pementasan wayang seorang dalang mengajak kepada kebaikan kehidupan.
Wayang terdiri dari berbagai karakteristik menandakan bahwa hidup itu berwarna, ada yang baik, ada yang buruk yang membuat kita dapat dengan mudah memilih ataupun memilah untuk diterapkan dalam diri. Dalam pawayangan terdapat dua sisi kehidupan yakni kebaikan dan kejahatan yang antara keduanya terlibat pertikaian. Dari setiap pertikaian yang berlangsung selalu dimenangkan oleh kebaikan, karena setiap kebaikan akan membawa kepada kebahagiaan. Dengan demikian, wayang selain sebagai sebuah tontonan yang sedap dilihat oleh masyarakat, juga menjadi sebuah tuntunan yang diharapkan bisa memperbaiki kehidupan masyarakat dengan kebaikan.
   

Komentar